[ALUMNI TALK]: WHAT SHOULD I LEARN TO BECOME A FASHION DESIGNER? YUK! SIMAK ILMU DAN PENGALAMAN HANI!

    Pada dasarnya, fashion merupakan suatu hal yang penting. Apabila dilihat secara subjektif, banyak orang yang beranggapan bahwa fashion merupakan cara untuk mengekspresikan diri dan menggambarkan karakter seseorang. Selain itu, dengan adanya fashion, orang-orang dapat menunjukkan kelas sosial yang mereka punya. Namun, fashion bukan sekedar wacana mengenai cara berpakaian, tetapi juga gabungan dari berbagai lingkup kehidupan seperti bisnis, tren dan gaya hidup. Fashion tidak bisa lepas dari konsumennya. Dengan kata lain, konsumen menjadi penggerak industri karena selain sebagai pembeli, konsumen juga yang menentukan dan memilih apakah sebuah gaya mampu menjadi trend fashion.

    Seperti halnya perkembagan fashion di Indonesia. Hani menjelaskan bahwa "Makin kesini dunia fashion di Indonesia semakin meningkat yaa apalagi fashion muslimnya. Ditambah para designer semakin kreatif untuk membuat karya karya terbaru. Bakat kreativitas itu juga erat kaitannya dengan desain dan estetika yang membuat para pebisnis di industri kreatif memiliki “value” yang lebih. Produk, logo, packaging sampai media social direncakan dengan baik oleh pebisnis untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan." Ujar hani.

    Lalu, apasih yang mau kita bahas dalam kesempatan kali ini? Oke, dalam kesempatan kali ini kita akan berkenalan sekaligus membahas hal-hal yang berkaitan seputar Fashion designer bersama seorang Mahasiswa designer kita Hanifa Salsabila.

    Hani sendiri menjelaskan kata fashion sendiri dalam sudut pandangnya yaitu berupa gaya berpakaian yang dipakai setiap hari oleh seseorang. Baik dalam kehidupan sehari-hari dirumah maupun dalam acara tertentu. Kendati demikian, Fashion tidak hanya  berkaitan dengan gaya dalam berpakaian saja. Fashion bisa juga berhubungan dengan gaya aksesoris, make up, gaya hijab dan lain-lain yang bisa menunjang penampilan seseorang. 

    Sebagai individu tentunya penting bagi kita mempelajari Fashion. Menurut Hani, fashion merupakan hal yang dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan fashion kita bisa tau bagaimana cara mix and match warna yang sepadan, lalu mix and match potongan-potongan pakaian yang sesuai sehingga terlihat indah dipandang. Faktanya, poin penting disini ialah estetika itu perlu. Bayangkan saja jika kita berpakaian 1 look namun warna dan pasangannya tak sesuai? Kurang menarik di pandang kan? 

  Hani ikut menjelaskan mengenai bagaimana jurusan fashion designer itu sendiri. Sebelum memasuki poin pembahasan, Hani menjelaskan bahwa fashion designer itu beda dengan penjahit. Banyak sekali masyarakat yang salah sangka terkait dua kata tersebut. "Designer bertugas membuat design, sedangkan penjahit mewujudkannya. Jadi mereka tuh berbeda tapi saling membutuhkan, kaya kalo cuma ada designer tapi gaada tukang jahit tuh ga bakal bisa jalan. Cuma emang ada beberapa designer biasanya bisa juga menjahit karena biar bisa lebih gampang komunikasi sama penjahitnya. Jadi kurang lebih jurusan fashion design lebih condong belajar ke cara membuat sketsa, dari figure drawing sampai ke buat beberapa look pakaian" Jelasnya, agar kelak masyarakat paham kedepannya.

    Kemudian, hal apa saja yang akan di pelajari oleh jurusan fashion designer? Tentunya banyak hal yang perlu di pelajari. Hani menjelaskan bahwa hal yang di pelajari dari sisi kampusnya ialah mereka mulai memulai dari hal-hal paling dasar. Mengingat bahwa latar belakang masing-masing siswa berbeda baik individual atau yang lainnya. Oleh karena itu mereka memulai pelajaran dari mengenal macam-macam warna dan elemen desain. Kemudian, cara membuat figure drawing untuk membuat sketsa, lalu dasar menjahit,  mix and match pakaian dan masih banyak lagi. Dan hal paling penting ialah sikap kita menjadi seorang fashion designer. 

    Kita tau persis bahwa karakter masing-masing manusia berbeda. Lalu, apakah dalam jurusan fashion designer ada karakter khusus? Hani mengatakan bahwa tentunya, tidak ada patokan khusus mengenai hal tersebut. Hal terpenting ialah, selama kita berusaha dan mau belajar mengenai karakteristik fashion. Karena, dunia fashion sendiri semakin kesini semakin berkembang seiring berkembangnya zaman. 

    Oleh karena itu persiapan mental diri itu penting. Kita tahu bahwa jurusan fashion designer bukanlah jurusan yang bisa dilakukan dengan santai. Karena fashion design adalah jurusan yang notabenenya lebih banyak praktik sehingga persiapan diri untuk mengerjakan tugas dan mengejar deadline sangat  perlu di perhatikan.

    Berdasarkan pengalamannya dahulu,  Hani memulai pembelajaran mengenai dunia fashion dari titik terdasar. Memulai awal langkah dengan mencari referensi perpaduan warna, sketsa dasar dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan membuat sketsa seperti, kertas, pensil, penghapus, drawing pen dan lain sebagainya. Selanjutnya, ia pun memulai dengan mencari kain yang sesuai, begadang dan lain sebagainya. Meskipun demikian, jurusan ini juga begitu menyenangkan jika kita enjoy menjalaninya dan tentunya akan menjadi kisah kita sendiri sekaligus menambah pengalaman hidup yang belum tentu akan terulang lagi nantinya. 

    Di lain sisi, banyak juga kesulitan yang di hadapi hani. Salah-satunya ialah momen saat di minta mengumpulkan puluhan model design, sedangkan otak udah bingung mau bikin apalagi. Terlebih di saat kondisi seperti itu jika ingin di paksa melihat berbagai macam model inspirasi tetap saja inspirasi dari diri sendiri tak kunjung datang membuat ia kesal dan marah. Dan, hal tersebut kerap kali terjadi dengan hani. 

    Ketika ditanya mengenai rencananya setelah lulus kuliah nanti hani menjelaskan "Planing sudah ada, sudah mulai produksi juga walaupun masih skala kecil, do’ain aja semoga lancar dan bisa segera launching. Sambil nunggu launching kalian Bisa follow online shop aku di instagram @chassabina Terimakasihhh hihi".

    Tambahan dari hani untuk anak muda generasi zaman sekarang, "Pesan aku buat anak anak muda di Indonesia, Dengan memakai brand atau produk lokal, secara tidak langsung kita juga mendukung karya anak bangsa agar masyarakat pun mengetahui bahwa kualitas produk lokal tidak kalah bagusnya dengan produk luar. Ada nilai yang berbeda ketika kita memakai produk lokal: rasa kepemilikan yang lebih tinggi, personal value yang lebih besar, serta eksklusivitas yang lebih tinggi karena tentunya produk dari brand lokal belum diproduksi secara masif seperti produk brand lain yang lebih mendunia. Semoga kalian bisa ikut mendukung karya-karya anak bangsa dengan lebih sering menggunakan brand-brand lokal ,karena setiap perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Awali langkah dengan berani memulai."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE SADEST PEOPLE HAVE THE BRIGHTEST SMILE

MAKNA KEHIDUPAN

SENDIRI