Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

DESEMBER LALU

Gambar
Matahari merangkak semakin tinggi ke peraduannya. Waktu seakan semakin cepat melaju melewati sisa hari yang ternyata hanya tersisa beberapa jam lagi. Mengapa rasa ini semakin akrab menghimpit? Ia terus mendesak hingga semakin tak tertahan. Kelenjar airmata yang tak biasa kuaktifkan kini memompa deras bulir-bulir air asin yang membuat kulit pipi meleleh seakan tiap rintiknya menusuk bagai pisau. Aku tau hal-hal yang aku harus urus dengan besar hati. Mengingat jarak  adalah ujian bagi perasaan. Mengingat bahwa jarak  yang di dera bukan lagi beratus kilometer jauhnya. Mungkin kuprediksi hingga ber-mil jauh disana. Untuk pengalaman pertama mari kita jalankan saja sebagaimana alur berkata. Kembali kepada topik perbincangan. Mengingat hari ini bulan desember. Mengingat sebentar lagi luangmu tak seperti lama lagi. Mengingat bahwa sibukmu akan terus bertambah lagi. Dan aku masih akan terus berproses dalam pendewasaan diri.  Ribuan silabus kata ...

TAK MENGAPA

Gambar
Wajar saja jika seiring waktu berjalan, sikap berubah. Wajar saja jika seiring zaman berputar, kita berubah. Tak perlu dijelaskan perubahan yang kita alami sekarang. Tanpa perlu diberitahu, kemudian kau akan paham. Entah sekarang atau kemudian, kau akan merasakan:') Hingga dikemudian hari aku akan membiasakan hari tanpa kamu lagi. Tanpa. Dan, tanpa. Sesak bukan? Tanpa. Tak mengapa.

MASA MUDA HANYA SEKALI

Gambar
Sekali jatuh bukan berarti runtuh. Sekali meluluh bukan berarti tak patuh. Hidup ini memang sekedar panggung. Mana yang terlihat kaya, tentu merasa paling bangga. Mana yang biasa, pasti selalu di pandang bawah. Apa hidup mesti menggunakan cara pandang kasta? Hei bung,cobalah mengaca! Ini bukan zaman dimana hindu dan budha berebut kuasa! Ini zaman dimana hidup mesti mengaca terhadap sekitar alam semesta. Bak kereta yang melaju terus menurus tanpa tau batasan waktu dan usia. Kita, manusia. Maka hiduplah. Melaju lah.  Masa depan ada dalam genggaman. Jatuh?bangun lagi. Terpuruk? Bangkit lagi. Jangan takut melajukan mimpi. MASA MUDA CUMA SEKALI.

MAKA PERGILAH

Gambar
Ketidakpedulianku bukan berarti aku seperti yang dilihat. Apakah manusia selalu berasumsi tanpa meminta pendapat? Mungkin bagimu aku terkesan tak peduli. Namun seorang yang pernah terluka terkadang tak mudah menjatuhkan hati. Tak ada wanita yang ingin sakit hati berulang kali bung! Ia berusaha menahan diri untuk tidak merasa sakit lagi Aku tak menahan kau pergi. Pergilah selagi masih bisa berlari.. Istirahatlah jika kau merasa lelah.. Aku tak bisa memberi kepastian,  karna alur hidupku telah berubah prinsip haluan...

MASA MUDA

Gambar
Ketika langit mencerah aku menatap bayang dari tepi kaca Selepasnya aku berangsur pergi dari menatapnya tanpa memikirkan apa-apa. Kosong tak ada yang menginspirasi, hampa saja. Tak seperti biasa.  Aku beralih menapaki jejak di sudut jalan, tiba-tiba bayangan yg sedari mengikutiku hilang ditelan kabut. Hujan turun dan meng-abukan langit yg sedari memancarkan cahaya yg menyengat.  Barulah aku kembali berfikir sampai detik hujan berakhir sambil menengadah ke langit.  "Karna apa yang kita alami saat masa muda, maka itu ialah sebuah pelajaran berharga. Amat berharga. hingga Sang pencipta belum tentu akan memberikan kesempatan kedua agar kamu merasakannya."

JAGALAH

Gambar
Tepat detik ini aku melemparkan pandang ke jendela kamar, bersamaan menatap rintik hujan di atas langit abu yang masih ingin menyendu sepertinya. Memikirkan seseorang dalam radius kilometer yang tepatnya saat ini tak mampu kujangkau.  Jalanan mengeluarkan bau khasnya selepas di siram. Membuat seluruh pusat kontrol saraf otakku beralih memikirkannya. Namun jelas kau tau itu hanya angan pikiran, bukan kenyataan.  Aku berkabung dengan segala macam perasaan. "Tuhan bilang mungkin kita tidak diberikan seseorang yang kita inginkan. Akan tetapi, kita di anugerahi seseorang yang kita butuhkan." Sedikit pembelajaran untuk semua, khususnya juga untukku.  Jadi, ketika apa yang telah di Anugerahi kepada kita, maka jagalah. Jaga.  Jagalah, selagi masih ada. Jagalah, sebelum waktu memakan usia. Jagalah, sebelum yang nyata menjadi tiada. 

ATURAN KEHIDUPAN

Gambar
Dalam kehidupan kita punya aturan.  Tepatnya malam ini aku bersandar pada bantal andalan.  Bukankah terlalu ironis jika aku malah tertawa.  Apa yang tidak disuka dilakukan. Apa mungkin sedikit lupa,  jika ada beberapa hal yang tidak sebenarnya disuka?  Aku bisa bertahan menunggumu berubah Aku bisa mengalah menghadapi egomu Aku bisa memalsukan senyumanku sendiri,  Tapi aku manusia, pada akhir sebuah hari, aku bisa kecewa. 

RENCANA HIDUP

Gambar
Ada hidup yang banyak di dambakan manusia. Ada banyak dambaan yang tak tergapaikan manusia. Hidup ini memang banyak rencana. Tak ada sentuhan hati yang abadi jika hanya menjadikan hal tersebut hanya sebatas candaan bukan hal yg di seriuskan. 

RASA SYUKUR MEWAKILKAN RASA LAIN

Gambar
Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Entah kapan namun pasti sudah di siapkan.  Terkadang kita perlu bersyukur terhadap hal yang sudah dianugerahi hari ini. Tapi, terkadang-bahkan aku sendiri tak jarang belum mensyukurinya.  "Mensyukuri hal-hal yang diberi atau bahkan di anugerahi seseorang yg bahkan mengertimu lebih dari dirimu sendiri." Karna belum tentu, di kemudian hari kamu diberi hari yang sama seperti hari ini atau hari lalu. 

SELANGKAH BAGIKU

Gambar
Pagi adalah anugerah waktu dari semesta untuk para manusia. Mengerjakan berbagai kegiatan dalam tempo waktu yang kerap kali kita sudah biasa juga lalui.  Hingga kebiasaan menunggu kereta yang hilir mudik kesana kemari membawa penumpang sembari terkesan mengingatkan ketika memasuki kereta hingga setelahnya, ke rap kali kita mendengar suara microphone kereta saat hendak melangkah keluar.  "hati-hati dalam melangkah" Aku tersenyum.  "jauh sebelum ia berkata, aku telah mengambil selangkah dan menanggung resiko saat memilihnya. Terimakasih."

KENALI AKU

Gambar
Diatas langit masih ada langit, Dibalik rinai hujan masih ada sinar mentari, Hidup penuh dengan repitisi yang tak terdefinisi. Terlalu tabu jika menganggap berada di zona nyaman, adalah hal yg mengasyikkan. Tak selalu anggapan tersebut berspekulasi benar. Temanku bilang, "jangan mengenal aku dari versi yang kau mau" aku, sebagai manusia.. Aku mepunyai versi lain diriku.  Entah itu kemampuan,bakat,tingkah laku atau bahkan perasaan.  Maka, ketika versiku yang sedari dulu serasa bergantung pada manusia lainnya terlalu lama. Kali ini, bukankah alangkah baik untuk berhenti dan mencoba diri sendiri untuk bangun dengan pikiran terbuka?