Pendidikan merupakan hal yang terpenting
dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan
berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum
mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu
untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang
terdidik itu sangat penting.
Lalu, apasih yang mau kita bahas dalam
kesempatan kali ini? Oke, dalam kesempatan kali ini kita akan berkenalan
sekaligus membahas hal-hal yang berkaitan seputar beasiswa bersama teman kita Iqrimah Mahasiswa Liuzhou City Vocational College. Penasaran? Yuk langsung kita simak!
Assalamualaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh....
Halo apa
kabar sobat Serdadukata? Kenalin nama Saya Iqrimah Fauziah biasa disapa Rima. Lahir dan besar di Bogor, 03 Mei 2002. Saat ini Saya berstatus sebagai mahasiswi
di Liuzhou City Vocational College bidang study Internasional Business. Kira-kira kalian ada yang tahu gak ini diman? hehehe.. Oke. Kampus Saya ini bertempat di kota Guangxi
bagaan selatan China.
Saya di terima oleh universitas ini melalui
jalur beasiswa kampus yang dikelola oleh salah satu instansi di Indonesia.
Beasiswa yang Saya dapatkan alhamdulillah sepenuhnya dibiayai oleh pihak kampus,
atau istilah lainnya fully funded scholarship. Kemudian, cakupan beasiswa yang Saya dapat adalah biaya kuliah selama masa belajar 3 tahun, akomodasi, uang
saku, serta buku dan asuransi kesehatan.
Nah, bagaimana cara Saya mendapatkan beasiswa tersebut? Tentunya kita ingat selalu bahwa “Ada banyak jalan menuju Roma” kalimat inilah yang selalu memotivasi Saya agar bisa menggapai impian belajar di luar negeri dengan besiswa. Dimulai dari awal kelas 2 SMA , Saya mulai mempersiapkan segala hal. Mulai dari berkas-berkas hingga persiapan diri. Dan akhirnya Saya menemukan info perihal beasiswa tersebut.
Sebelum kita masuk ke informasi dapetin beasiswa tersebut, Saya punya beberapa pengalaman. Saat itu, sewaktu Saya akhirnya mendapatkan informasi mengenai
beasiswa ini, tanpa pikir panjang Saya langsung kirim personal chat ke
admin yang mengirim info beasiswa tersebut di grup. Setelah mengirim berkas secara online, akhirnya Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa Saya lolos ke tahap selanjutnya yaitu mengikuti test untuk mengetahui
tingkatan Bahasa Mandarin yang dikuasai.
Sejujurnya di kondisi saat itu Saya merasa sangat gugup. Bagaimana tidak? Saya sama sekali ga tahu apa-apa dan udah banyak lupa kosa kata mandarin yang pernah di pelajarin sewaktu duduk di kelas 1 SMA. Setelah tahap tersebut, Saya pun diharuskan mengukuti bimbingan les yang diberikan oleh penyalur beasiswa di
Jakarta dengan jangka pertemuan seminggu 3-4 kali. Serius disini Saya benar-benar ngerasa
capek karena harus pulang-pergi dari ujung Bogor ke ujung Kota Jakarta di
sebelah barat pada masa pandemi Corona yang ngebuat Saya sendiri dan orang tua selalu
was-was. Dan, alhamdulillahnya Saya selalu diberikan perlindungan dari penularan virus
Corona.
Lanjut, yaitu mengenai informasi tentang beasiswa yang Saya dapatkan, hal tersebut bukanlah sesuatu yang khusus dan sulit. Melainkan hal yang mudah menurut Saya. Kita hanya perlu bergabung ke grup diskusi WhatsAPP mengenai beasiswa ke China. Di dalam grup itu sudah ada mahasiswa yang belajar di China dan tentunya kita bisa banyak mendapatkan info dan pengalaman dari mereka.
"Sekedar berbagi pengalaman. Semuanya kembali lagi ke diri kita, niat kita, usaha dan tentunya do'a. Dari banyak info beasiswa yang di bagikan, Saya sudah mencoba beberapa kali beasiswa akan tetapi tidak semuanya berhasil di dapatkan. Tapi, mengingat kembali niat Saya di awal tentunya pikiran untuk menyerah sudah seharusnya saya buang jauh-jauh karena beribu kegagalan ga ada artinya dibandingkan dengan hasil yang akan didapatkan setelahnya."
Selanjutnya, tentu dalam sebuah usaha tidak akan mencapai sebuah keberhasilan jika tidak dihadapi dengan kegagalan dan kendala bukan? Ketika Saya mendaftarkan diri, tentunya cukup banyak kendala yang dihadapi baik diri sendiri maupun lingkungan. Tetapi hal-hal seperti itu yang akhirnya akan memuat kesan bagi kita sendiri nantinya. Salah satu hal yang paling berkesan diantaranya ketika awal pembuatan Passport. Insiden saat itu Kartu Keluarga Saya bermasalah sehingga Saya terpaksa bolak-balik Dinas Catatan Sipil dengan dikejar waktu. Kemudian, ketika Saya membutukan dokumen-dokumen dari sekolah yang harus dibuatkan dalam bahasa inggris, otomatis Saya harus keluar-masuk ruang tata usaha-ruang guru, sampai teman-teman Saya sendiri ikut bingung sebenernya Saya sibuk apa sih? Hahaha sibuk ga jelas.
Tentunya, mencapai posisi saat ini Saya sangat berterima kasih kepada guru bahasa inggris Saya sendiri yaitu Maam Hevy. Mengingat bahwa beliau begitu sabar membimbing dan membantu Saya dalam mengurus berkas-berkas dokumen yang diperlukan dari sekolah. Ada lagi ketika tahap Medical Check UP. Saya benar-benar khawatir dan panik karena dalam lampiran tersebut ada hasil yang menyatakan Abnormal yang memungkinkan Saya ga akan lolos ditahap ini.
"Oleh karena itu, dari semua kendala yang Saya hadapi sudah sepatutnya Saya bersyukur. Karena, artinya waktu Saya yang lalu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyisipkan banyak pelajaran. Salah satunya ialah guru terbaik adalah dari pengalaman kita sendiri."
Jika ditanya apakah ada alasan khusus memilih universitas tersebut? Tentunya jawaban Saya adalah tidak. Tidak ada alasan khusus
kenapa Saya memilih universitas tersebut. Prinsip dasarnya adalah dimana pun tempat
Saya belajar, hal yang terpenting adalah tempat itu sesuai dengan kemampuan Saya begitu juga dengan lingkungannya. Mendukung Saya untuk terus belajar dan mengembangkan kreativitas. Mengingat bahwa Saya adalah tipikal yang merasa sangat nyaman berada di tengah-tengah alam, tentunya kampus ini cocok banget dengan diri Saya sendiri dan kalian yang suka dengan alam. Mendapati bahwa kampus ini masih sangat natural dengan bentang alam yang indah juga udara yang masih segar. Kota Guanxi pun juga dialiri oleh 2 sungai besar yang mengalir hingga daratan Vietnam.
"Beberapa hal yang membuat Saya semakin tertarik dengan universitas ini, yaitu universitas Saya sudah terkenal dan sudah
berdiri sejak 68 tahun yang lalu di kota Guangxi dengan berbagai bidang jurusan yang mana merupakan kejuruan milik negara dengan di atas semua model
pembelajaran yang berfokus pada siswa dimana kita berusaha menggabungkan
kelas mengajar dan praktik kerja atau intership. Kampus Saya berdiri di sebuah kota yang merupakan pusat agrikultural dan industrial oleh karena itu akan
banyak sekali hal yang tentunya Saya pelajari disana. "
Sekedar pengingat, mungkin masih banyak orang hebat di luar sana yang memiliki kisah dan perjalanan yang luar biasa. Namun, kisah ini bagi saya juga kisah luar biasa mengingat bahwa diri Saya bisa mencapai titik ini. Oleh karena itu Saya bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala telah memperlancar urusan Saya dan mengelilingi Saya dengan orang-orang yang ikut berkontribusi membantu Saya. Maka, pesan dari cerita yang saya sampaikan untuk teman serdadu kata, "Apapun yang mau kalian raih di hidup
ini, cari dan raihlah! Tidak peduli betapa mustahilnya kalian harus tetap usaha
dan berdoa. Jangan takut GAGAL, jangan GUGUP! Karena kalian berhak atas hidup yang kalian mau."
Komentar
Posting Komentar