[ALUMNI TALK]: MAU JADI PENULIS? YUK KENALAN DENGAN PENULIS BUKU "NO ONE"

    Menulis apakah itu menulis? Banyak yang berpendapat menulis adalah hal yang mudah. Hal tersebut benar. Namun, bagaimana dengan beberapa aspek lainnya yang juga bertautan dengan kata "Menulis"? Menurut ahli  menulis itu dapat mengartikan apa yang sedang dia pikirkan sekarang di dalam otak. Hal itu akan secara langsung membuat tangan akan bergerak  dan mulai menuliskan suatu tulisan atau garis-garis yang membentuk suatu makna baik itu angka maupun huruf.

    Lalu, apasih yang mau kita bahas dalam kesempatan kali ini? Oke, dalam kesempatan kali ini kita akan berkenalan sekaligus membahas hal-hal yang berkaitan seputar tips tulis-menulis bersama seorang penulis buku "NO ONE"  yang bergenre adventure oleh Fai Ofsa.

   Fai Ofsa merupakan nama pena yang dimiliki oleh sebuah penulis bernama asli Fairuz Salma Salsabila. Fairuz merupakan Mahasiswi Telkom University Bandung.Bisa dibilang bahwa Fairuz merupakan salah satu penulis yang berbakat dan produktif. Perempuan kelahiran November tahun 2000 ini kerap kali mengikuti lomba yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis untuk mengasah kemampuannya seperti, kompetisi menulis marathon dimana dalam perlombaan tersebut ia mendapatkan sertifikat 100 Top Writer. 

    Kemudian, ia juga mengikuti lomba cerpen internasional, yang mana dalam perlombaan ini ia masuk ke dalam nominasi 10 besar dimana dirinya berada dalam peringkat ke 8. Menurut Fairuz, menulis baginya ialah suatu ketertarikan bagi dirinya sendiri ketika memang ada yang perlu ia tuangkan dalam tulisan.

    Genre tulisannya sendiri juga mencakup keseluruhan seperti action-misteri-romance, horror-misteri-romance, advanture-misteri-fantasy-romance, atau romance-misteri. Meskipun begitu, Fairuz mengatakan bahwa cerita yang ia tuangkan lebih mengarah pada genre misteri yang pastinya disisipkan nuansa romance. Berikut beberapa hal yang ia sampaikan saat ditanyai seputar tulis-menulis.

1.     "Adakah kesulitan yang pernah kerap kali kamu rasakan ketika menulis?"

Sulit ketika harus berhadapan dengan layar. Sementara kini semua tulisan serba digital

"Bagaimana tips agar saat menulis, cerita tidak menjadi tidak membosankan?"

Coba perhatikan sekitar dengan pandangan yang berbeda. Pahami masalah dari sudut pandang berbeda. Ketika menulis, jadikan dirimu sebagai pembaca juga dan kamu bisa menilai apa yang kira-kira monoton dari tulisanmu. Umumnya, orang-orang menggunakan refrensi untuk memperbarui gaya mereka.

1.      "Bagaimana cara agar kita bangkit ketika merasa terjebak dalam pikiran saat menulis?" 

Ketika stuck, menulis perlu ditinggalkan. Writer’s block adalah kondisi stuck yang dirasakan semua penulis. Masing-masing punya cara mengatasi kondisi ini Untuk saya pribadi, ketika stuck tidak akan saya lanjutkan. Tetapi ketika saya butuh melanjutkan, saya biarkan alur mengalir sampai menemukan titik alur yang baik untuk berikutnya.

1.     "Pernahkah Anda memiliki mental block apabila ditolaknya buku anda oleh penerbit?

Saat menulis buku saya tidak memikirkan bagaimana penerbit. Karena dasarnya, saya lebih memikirkan bagaimana saya merasa hidup dalam tulisan saya sehingga menghasilkan narasi yang membuat saya merasa lega ketika mencapai ending. Jadi, saya tidak merasa takut ditolak. Karena saya tidak butuh rasa disukai penerbit. Saya menghargai tulisan saya ditolak ataupun tidak.

"Ada berapakah jumlah karya yang sudah kamu tulis?"

Kurang lebih 8 atau 10 karya. Salah satu karya yang paling berkesan atau Saya sukai adalah White Hawk. Karena dari segi karakter, konflik, dan misterinya lebih dalam. Romancenya pun lebih menyentuh. 

        



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE SADEST PEOPLE HAVE THE BRIGHTEST SMILE

MAKNA KEHIDUPAN

SENDIRI