JAGALAH


Tepat detik ini aku melemparkan pandang ke jendela kamar, bersamaan menatap rintik hujan di atas langit abu yang masih ingin menyendu sepertinya. Memikirkan seseorang dalam radius kilometer yang tepatnya saat ini tak mampu kujangkau. 
Jalanan mengeluarkan bau khasnya selepas di siram. Membuat seluruh pusat kontrol saraf otakku beralih memikirkannya. Namun jelas kau tau itu hanya angan pikiran, bukan kenyataan. 

Aku berkabung dengan segala macam perasaan. "Tuhan bilang mungkin kita tidak diberikan seseorang yang kita inginkan. Akan tetapi, kita di anugerahi seseorang yang kita butuhkan."

Sedikit pembelajaran untuk semua, khususnya juga untukku. 
Jadi, ketika apa yang telah di Anugerahi kepada kita, maka jagalah.
Jaga. 
Jagalah, selagi masih ada.
Jagalah, sebelum waktu memakan usia.
Jagalah, sebelum yang nyata menjadi tiada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE SADEST PEOPLE HAVE THE BRIGHTEST SMILE

MAKNA KEHIDUPAN

SENDIRI